Headlines News :
Selamat Datang Di Web Pusat Informasi Pondok Pesantren Darurrahmah

Sejarah


Menurut riwayat; mula-mula ada seorang kiyai, kemudian datang beberapa santri yang ingin mengenyam belajar ilmu pengetahuan dari kiyai tsb. Semakin hari semakin banyak santri yang berdatangan, akhirnya mereka tak dapat lagi tinggal di rumah kiayi tsb, sehingga timbul inisiatif untuk mendirikan pondokan-pondokan atau kobongan disekitar rumah kiyai tsb. Itulah asalnya sehingga dinamakan pondok.
       Jadi yang membuat pondokan ialah santri-santri sendiri. Bukan kiyai yang mendirikan. Kalau membuat pondokan (bangungan) dulu lantas pasang reklame / iklan cari murid ini namanya hotel yang cari penumpang / penghuni. Hotel disewakan, penghuninya membayar sewa, sesudah itu berhak tinggal dengan seenaknya. Dan terkadang kalau kotor lantas panggil jongosnya untuk membersihkannya.
       Pondok bukan hotel. Ia kepunyaan bersama. Kepunyaan bersama tidak berarti lantas boleh dibagi, masing-masing mengambil yang dimauinya. Tidak!. Setiap datang pelajar baru berarti tambah satu orang anggota yang turut serta bertanggungjawab terhadap keberesan pondok. Pembayaran yang kita berikan hanya sebagai iuran (urusan pondok / sekolah) bukan berarti sewa atau upah. Dan dengan uang itulah kita gunakan untuk kepentingan dalam pondok. Seperti memperbaiki pondok-pondok yang telah didirikan oleh kakak-kakak dan santri terdahulu. Itulah  self berdruifing system; Sama-sama membayar iuran dan sama-sama memakai.
        Pondok Pesantren Tradisional / salafi yang diasuh oleh KH. Tb. Asep Basri melahirkan konsep idealisme pengembangan. Sehingga diharapkan dapat berstatus sosial pendidikan yang resmi / sah di mata ummat dan hukum. Sehingga dibentuklah Ar-Rahmah. Dimana sebelumnya hanya bersifat Pondok Pesantren Tradisional. Cikal bakal berdirinya Darurrahmah di mulai dengan berdirinya Ar-Rahmah. Pencetus dan pendirinya adalah KH. Tb. Asep Basri. Kemudian setelah sekian lama dipandang perlu pengembangan untuk kedepan, maka dibentuklah Yayasan yang bernama YAPIDA (Yayasan Pendidikan Islam Darurrahmah) dengan dibantu dan didukung oleh Ny. Hj. Siti Saodah (istri alm. KH. Tb. Asep Basri), H. Tb. Rahmatullah Aziz (putra ketiga). Drs. H.R. Djazuli (menantu pertama dari Hj. Rosiah), Drs. H. Fajri Hidayat (menantu kedua dari Hj. Titin Nuraeni), dan Drs. H. M. Ichsan Said MM. (alumni yang tidak masuk dalam daftar buku induk formal / salafi dulu ),  Tertanggal 1 Januari 1985. dan telah dilegalisir dengan Akta Notaris di Bogor dan terdaftar di Pengadilan Negeri Cibinong Bogor. Dengan nama YAPIDA (Yayasan Pendidikan Islam Darurrahmah).
       Pondok Pesantren Darurrahmah (YAPIDA), didirikan pada tahun 1989 oleh (alm) KH. Tb. Asep Basri diatas tanah seluas ± 6 Ha, untuk mewujudkan keinginannya yang besar dalam menangani pengembangan dan pelestarian budaya pendidikan dan da`wah di mata umat. Menurutnya, santri perlu dipersiapkan sejak dini dengan seperangkat ilmu dan keterampilan yang cukup untuk menyertai perkembangan kehidupan modern yang kian kompleks. Pondok Pesantren  Darurrahmah adalah lembaga pendidikan yang mewadahi visi dan misi umat islam secara aspiratif dengan mengalokasikan waktu selama 24 jam demi mengkondisikan santri aktif dan kondusif dalam belajar.  Pondok Pesantren Darurrahmah juga mempunyai sistem pendidikan yang kondusif dengan memadukan sistem salafiyah dan modern untuk memenuhi kebutuhan dan menjawab tantangan zaman yang diwarnai nuansa keilmuan dan pengetahuan yang Qur`ani dan Haditsi, dengan demikian diharapkan santri dapat mengenal, mempertahankan dan mengembangkan keimanan dan ketaqwaan (IMTAQ) sebagai mediator dan moderator dalam menggapai karunia dan ridho Allah SWT, serta menjadikan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang dimiliki santri terikat secara holistik serta menciptakan disiplin ilmu yang amaliyah dan amal yang ilmiyah.
      Dengan inovasi sistem yang tiada henti, kini Pondok Pesantren Darurrahmah sudah diterima di masyarakat luas sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya menerima siswa yang mampu saja tapi juga santri yang tidak mampu atau yatim/piatu sebagai perwujudan dari bentuk rasa persaudaraan dan kebersamaan antar sesama. Hal ini juga merupakan gagasan pendiri/sesepuh pondok (Alm. KH.Tb.Asep Basri) yang selalu mengedepankan ruh sosial. Sebagaimana disampaikan oleh Bapak Presiden RI DR. Susilo Bambang Yudhoyono dalam kesempatan      kunjungannya ke Pondok Pesantren Darurrahmah beliau mengatakan “Pondok seperti ini perlu untuk dijadikan contoh teladan yang baik bagi lembaga-lembaga lain, representatif dan kondusif.”

Peta

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. DAARURRAHMAH (YAPIDA) - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template